Bagaimana Cara Perawatan dan Pengobatan Kuku Berjamur

 

Keluhan yang dialami banyak orang adalah  jamur kuku atau dalam istilah medis dikenal dengan nama onychomycosis. Gejala-gejalanya, kuku berwarna kekuning-kuningan, kemudian kuku makin rapuh dan rusak. Biasanya, jamur menyerang pada bagian tepi kuku atau di bawah kuku. Namun, bila kuku sudah rusak berat atau jamurnya teramat parah, tak jarang kuku harus diangkat.

Pada dasarnya, kuku berfungsi melindungi ujung kuku yang lembut dan penuh urat saraf dari luka dan mempertinggi daya sentuh. Secara kimia, kuku sama dengan rambut: sebagian besar terbentuk dari keratin protein yang kaya sulfur.

Kuku berawal dari sel seperti gel lembut yang mati, mengeras, dan kemudian terbentuk saat mulai tumbuh keluar dari ujung jari. Kulit ari yang melingkupi bagian pangkal kuku berfungsi mencegah mikro-organisme kotor dan mengganggu memasuki sel sensitif pada pangkal kuku.

Kendati jamur tersebut hanya menyerang kuku, tapi jangan menganggap remeh penyakit ini. Sebab, proses penyembuhan jamur kuku terbilang cukup lama, bisa berbulan-bulan. Bahkan bisa berpindah ke jari-jari lain. Pasalnya, dermatofit, penyebab jamur kuku ini ketika berada di bawah kuku, bisa bergerak secara leluasa di dalamnya.

Padahal, kulit di bawah kuku memiliki suplai darah yang besar dan banyak pembuluh kapiler dekat permukaan sehingga membuatnya berwarna kemerah-merahan. Bersama dengan tulang dan gigi, kuku adalah bagian terkeras dari tubuh karena kandungan airnya yang sangat sedikit.

Yang menarik, kuku yang keras tersebut justru memberi perlindungan hingga si jamur beranak-pinak. Karena itulah proses pengobatannya makan waktu yang lama, selain terkendala untuk mencapai tempat tumbuh jamur, juga sulit untuk menghentikan pertumbuhannya secara bersamaan.

Hanya saja, jamur kaku lebih sering menyerang pada jari kaki. Sebabnya jelas, kaos kaki dan sepatu kerap membuat jari-jari kaki kita berada dalam kegelapan, kehangatan dan kelembaban. Kondisi seperti ini sangat sempurna dan ideal untuk tumbuhnya jamur.

Yang perlu diperhatikan, jamur kadang-kadang bisa menyebar dari satu orang ke orang yang lain. Selain itu, jamur kuku juga bisa menyebar dari satu kuku ke kuku yang lain. Karena, kebanyakan jamur yang berada di bawah kuku tetap bertahan hidup. Sedikit saja gangguan pada kuku, mempermudah jamur pindah. Misalnya, jari terantuk batu, ataupun pemakaian sepatu kekecilan hingga menekan jari kaki.

Orang-orang yang berisiko terkena jamur ini adalah mereka yang kakinya sering lembab dan kakinya sering basah ketika bekerja. Termasuk pula golongan olahragawan sehingga ada istilah athlete’s foot (jamur dengan tanda kulit di antara jari kaki yang terkelupas).

Di samping itu, perawatan manicure dan pedicure (perawatan kuku tangan dan kaki) di salon yang kurang terjaga kebersihan peralatannya, lansia dan pengidap kencing manis perlu mewaspadai jamur ini. Bahkan, orang yang menderita gangguan peredaran darah dan penyakit menurunnya sistem imunitas tubuh seperti HIV/AIDS sangat rentan terserang penyakit ini.

Untuk pengobatannya, tidak cukup menggunakan obat yang dioleskan di kuku. Tapi juga memerlukan obat untuk diminum, karena jamur di dalam kuku sulit dijangkau melalui permukaan kuku. Cobalah gunakan kunyit, lalu ditumbuk hingga halus, kemudian ditempel atau dikompres di kuku yang berjamur. Supaya tidak jatuh, bisa diikat atau diperban dengan kain kasa.

Sedangkan untuk obat minum bisa menggunakan produk HPA: Coscinium Plus dan Teh Herba. Kedua herba ini akan membantu menyerang jamur dari dalam tubuh melalui peredaran darah.

Untuk mencegah agar jamur tidak mudah tumbuh kembali, usahakan agar telapak dan jari-jari kaki dalam keadaan kering. Jika berkeringat atau lembab, segera diusap hingga kering.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *